SD LAB MPI STAIA SYUBBANUL WATHON MAGELANG DI METESEH

SD LAB MPI STAIA SYUBBANUL WATHON MAGELANG di METESEH

Senin, 12 November 2018

STRATEGI PELUANG MENJADI SEORANG GURU



Strategi yang dapat Memberikan Kesempatan Bagi Pendidik atau Guru Sekolah Dasar (SD)
Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang dan kesempatan bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal pengembangan karakter peserta anak ditingkat sekolah dasar (SD), misalnya :
1.      Mengoptimalkan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tidak seharusnya menempatkan diri sebagai sosok yang hanya dilihat dan didengar oleh anak, melainkan sebagai sutradara yang mengarahkan, membimbing, dan memfasilitasi dalam proses pembelajaran, sehingga anak dapat melakukan dan menemukan sendiri hasil belajarnya.
2.      Mengintegrasikan materi pendidikan karakter ke dalam pembelajaran. Guru harus peduli, mau dan mampu mengaitkan konsep-konsep penanaman nilai pada materimateri pembelajaran. Kita sebagai guru dituntut untuk terus menambah wawasan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penanaman nilai, yang dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran.
3.      Mengoptimalkan kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia. Guru perlu lebih menekankan kegiatan-kegiatan pengembangan budi pekerti dan akhlak mulia yang kontekstual, dibandingkan kegiatan yang terkait pengembangan kemampuan afektif dan psikomotorik.
4.      Penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai pada anak. Lingkungan terbukti sangat berperan penting dalam pembentukan pribadi manusia (anak), baik lingkungan fisik, sosial, maupun lingkungan spiritual. Untuk itu, sekolah dan guru perlu untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas dan melaksanakan berbagai jenis kegiatan yang mendukung kegiatan penanaman nilai pada anak.
Hasil gambar untuk GAMBAR GURU
5.  Menjalin kerjasama dengan orangtua peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan penanaman nilai pada anak. Bentuk kerja sama yang dapat dilakukan, antara lain, menempatkan orang tua dan masyarakat sebagai fasilitator dan narasumber dalam kegiatan-kegiatan penanaman nilai yang dilaksanakan di sekolah.
6.      Menjadi sosok teladan bagi anak. Penerimaan anak terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh guru, biasanya akan dipengaruhi oleh penerimaan anak tersebut terhadap pribadi guru. Hal ini sangat manusiawi, karena seseorang umumnya akan berusaha untuk meniru apa yang disenangi dari model atau figurnya tersebut. Momen seperti ini sebenarnya merupakan kesempatan bagi guru, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk menanamkan karakter dalam diri anak. Dalam proses pembelajaran, nilai-nilai karakter tidak hanya dapat diintegrasikan ke dalam materi pelajaran, tetapi juga pada prosesnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar