Strategi yang dapat
Memberikan Kesempatan Bagi Pendidik atau Guru Sekolah Dasar (SD)
Ada beberapa strategi yang dapat memberikan peluang
dan kesempatan bagi guru untuk memainkan peranannya secara optimal dalam hal
pengembangan karakter peserta anak ditingkat sekolah dasar (SD), misalnya :
1. Mengoptimalkan
peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tidak seharusnya menempatkan diri
sebagai sosok yang hanya dilihat dan didengar oleh anak, melainkan sebagai
sutradara yang mengarahkan, membimbing, dan memfasilitasi dalam proses
pembelajaran, sehingga anak dapat melakukan dan menemukan sendiri hasil
belajarnya.
2.
Mengintegrasikan materi
pendidikan karakter ke dalam pembelajaran. Guru harus peduli, mau dan mampu
mengaitkan konsep-konsep penanaman nilai pada materimateri pembelajaran. Kita
sebagai guru dituntut untuk terus menambah wawasan ilmu pengetahuan yang
berkaitan dengan penanaman nilai, yang dapat diintegrasikan dalam proses
pembelajaran.
3. Mengoptimalkan
kegiatan pembiasaan diri yang berwawasan pengembangan budi pekerti dan akhlak
mulia. Guru perlu lebih menekankan kegiatan-kegiatan pengembangan budi pekerti
dan akhlak mulia yang kontekstual, dibandingkan kegiatan yang terkait
pengembangan kemampuan afektif dan psikomotorik.
4. Penciptaan
lingkungan sekolah yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai pada
anak. Lingkungan terbukti sangat berperan penting dalam pembentukan pribadi
manusia (anak), baik lingkungan fisik, sosial, maupun lingkungan spiritual.
Untuk itu, sekolah dan guru perlu untuk menyiapkan fasilitas-fasilitas dan
melaksanakan berbagai jenis kegiatan yang mendukung kegiatan penanaman nilai
pada anak.
5. Menjalin
kerjasama dengan orangtua peserta didik dan masyarakat dalam pengembangan
penanaman nilai pada anak. Bentuk kerja sama yang dapat dilakukan, antara lain,
menempatkan orang tua dan masyarakat sebagai fasilitator dan narasumber dalam
kegiatan-kegiatan penanaman nilai yang dilaksanakan di sekolah.
6.
Menjadi sosok teladan
bagi anak. Penerimaan anak terhadap materi pembelajaran yang diberikan oleh
guru, biasanya akan dipengaruhi oleh penerimaan anak tersebut terhadap pribadi
guru. Hal ini sangat manusiawi, karena seseorang umumnya akan berusaha untuk
meniru apa yang disenangi dari model atau figurnya tersebut. Momen seperti ini
sebenarnya merupakan kesempatan bagi guru, baik secara langsung maupun tidak
langsung, untuk menanamkan karakter dalam diri anak. Dalam proses pembelajaran,
nilai-nilai karakter tidak hanya dapat diintegrasikan ke dalam materi
pelajaran, tetapi juga pada prosesnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar